Luwurayapos.com,Luwu Timur 21 Maret 2025
Sekolah Dasar Negeri 239 Saluminanga Desa Lakawali Pantai Kecamatan Malili yang mendapatkan kucuran dana yang cukup besar nilainya, APBD Pokok Tahun 2024 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur senilai Rp.1,5 Miliar.
Setelah memdengar keluhan Warga, Tim luwurayapos lakukan peninjauan lokasi dimaksud, kamis (20-3-2025)
Hasil pantauan lapangan terlihat bangunan sudah ada yang mengalami kerusakan (plafon dan lantai) finishing pekerjaan pada Cat dinding yang sangat tipis, dan bangunan kamar WC belum dapat digunakan, bangunan pagar sekolah yang dijebol berkisar 20 meter serta saluran air (Drainase) yang ditimbun pihak Rekanan yang mengakibatkan luapan air masuk ke badan jalan dan pemukiman
Terkonfirmasi bangunan baru saja lalukan Profesional Hand Over (PHO) pada bulan Februari 2025 kata Sumber yang ditemui Kamis 20 Maret 2025 di Ruang Kantor Sekolah.

Bangunan ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV.KALANI CARE, dan konsultan pengawas CV.Aryandys Konsultan, Kontrak kerja dimulai tanggal,11 Juni 2024 sampai 18 Desember 2024 (180 hari Kalender)
Bangunan yang mendapat kucuran dana cukup besar nilainya kemudian volume pekerjaan belum capai 100% dan kualitas bangunan terkesan asal jadi, hebatnya sudah di PHO

UPT SDN 239 Saluminanga pada Luwurayapos.com mengatakan “terimakasih sudah datang melihat bangunan sekolah ini, lihat saja masih ada beberapa pekerjaan belum diselesaikan, bangunan pagar sekolah yang dijebol ditinggal begitu saja oleh kontraktornya kami tidak tahu apakah masih kembali benahi atau ditinggal begitu saja, belum lagi WC belum bisa difungsikan oleh Murid murid, lanjutnya lagi proyek ini sudah PHO dan saya dengar ada denda keterlambatan pekerjaanan” ungkapnya .
Ironis, pengawas bangunan (Hasbi) yang di konfirmasi lewat WhatsApp terkait pembangunan yang berlantai dua ini, tidak dapat menjelaskan secara detail bangunan yang belum selesai dan sudah di PHO, bahkan pejabat pembuat komitmen (PPK) menurutnya tidak tahu siapa namanya.
Sementara Agus Saman selaku PPK pada kegiatan pembangunan SDN 239 Saluminanga pada media Luwurayapos.com, menjelaskan ” proyek pembangunan ruang belajar dua tingkat dikerjakan CV.Kalani Care, memang ada catatan yang harus diperbaiki dan pekerjaan ini masih ada pemeliharaan pekerjaan sebagai tanggung jawab rekanan , bangunan ini sudah di PHO pada bulan Desember 2024 dan diresmikan di bulan Februari 2025, kata Agus.
Sumber lain yang ditemui luwurayapos “sangat menyayangngkan bangunan yang dapat anggaran besar ini kemudian hasil fisik bangunannya terkesan tidak memenuhi standar pekerjaan yang dituang pada petunjuk RAB, ada beberapa item pekerjaan tidak spesifikasi sehingga bangunan konstruksi sekolah banyak yang diabaikan”, kata dia lagi “pembersihan sisa bahan bangunan seperti mall cor, balok dan bambu bekas tiang penyangga banyak berserakan yang dapat mengancam anak sekolah yang bermain bisa saja tertusuk paku” oleh diharapkan pihak yang berkompeten lakukan penindakan untuk tidak membayar kegiatan ini sebelum ada penyelesaian dengan baik dan benar sesuai aturan “ungkapnya kesal.
Seperti inilah kenyataan dilapangan, hal yang terkait dengan proyek pemerintah bersumber dari uang Negara, tidak dilaksanakan dengan maksimal oleh Rekanan dan kurangnya pengawasan oleh konsultan supervisi yang menggunakan anggaran begitu besar.
Pihak yang diberikan kewenangan Dinas Pendidikan selaku pengguna anggaran harusnya melakukan kontrol dan pengawasan agar anggaran negara berjalan dengan benar tanpa ada penyalagunaan anggaran Negara.
Indikasi penyelewengan Keuangan Negara merupakan pintu masuk Aparat penegak hukum, Kejaksaan atau Kepolisian untuk lakukan penyelidikan atas indikasi penyelewengan yang dapat merugikan Keuangan Negara.
(Liputan lrp)













