Luwurayapos.com-Luwu Timur, Tindak lanjuti penyebaran Program Kerja (Visi-Misi) Desa Maleku Kecamatan Mangkutana Luwu Timur tahun 2021-2026,salah satu program strategis Pemerintah Desa Maleku membangun pusat kegiatan Seni,Budaya, Olahraga dan Pariwisata.
Selasa,18 februari 2025 diaula Pertemuan Desa Maleku, diadakan duduk rembuk Musyawarah Penyeragaman Sikap Kelanjutan Kap Pembangunan Tribun Panggung Kesenian.
Kesepakatan yang tertuang lewat Musyawarah terkait bangunan atas Tribun,panggung adalah Simbol budaya ditampilkan pada bangunan itu, Bubungan atap menampilkan 3 etnis yang ada di Desa Maleku, adalah Etnis Pamona, Etnis Padoe dan Etnis Toraja.

Musyawarah yang dihadiri beberapa Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat, masing menyampaikan pendapatnya untuk penempatan model bangunan Kap .
Antonius (Pakatan) ” tidak jadi soal penempatan model Bubungan Pamona ada ditengah, dan apapun itu bentuk kap dari simbol etnis yang ada merupakan simbol budaya sebagai gambaran etnis yang di desa ini tetap Nasional ” singkatnya.
Tokoh Adat Pamona (Elias) ” sepakat model atap Toraja ditempatkan di tengah” kalaupun ada masukan untuk model kap adat Pamona ditempatkan di tengah terima kasih pendapat itu, tak kalah pentingnya keterwakilan model atap bangunan 3 etnis ini ada di tampilkan dan model kap dari gambar yang di tampilkan bangunan kap model Toraja ditempatkan ditengah baik dilihat ” kata Tokoh adat ini
Ditempat terpisah Kepala Desa Maleku Juber Sangga pada LuwuRayaPos ( 20/2/2025) ” Desa Maleku Desa tertua yang ada di Mangkutana, salah satu potensi Desa yang mau kita kembangkan adalah Wisata, Budaya yang di Desa Maleku.
Tiga suku/etnis yang ada diMaleku adalah Pamona, Padoe dan Toraja ke tiga etnis ini kami aplikasikan masing-masing budayanya lewat Bangunan panggung dengan menampilkan model bangunan atas yang tentunya punya sudut pandang Estetika yang kami dahulukan, panggung ini merupakan Icon dan simbol kekuatan dari 3 etnis yang ada di Desa Maleku,terkait penempatan posisi tiga bentuk tipe rumah ada ini fokus perbincangan lewat Musyawarah bersama Tokoh Masyarakat,Tokoh Adat , unsur Pemerintah Kabupaten dan Kecamatan.

Musyawarah ini berjalan dengan baik dan menghasilkan Mufakat untuk melanjutkan dan menyelesaikan panggung ini sesuai harapan bersama, yang tentunya tidak dipungkiri pro-kontra itu ada dan itu adalah dinamika, kegiatan ini segera kami lanjutkan sesuai hasil Musyawarah dan kesepakatan bersama, setelah panggung kesenian ini selesai yang kedepannya akan di fungsikan sebagai tempat kegiatan Budaya dan Seni tradisional dari semua etnis yang di Maleku “urai Juber sangga.
Berbagai tradisi budaya dan adat istiadat secara turun temurun perlu dipertahankan sehingga membutuhkan sarana yang representatif untuk menggelar pembinaan maupun prosesi kegiatan kegiatan adat budaya dan kesenian yang ragam etnis di Desa Maleku, sebut saja Magombo, Sidang sidang Adat, kesenian Tradisional yang sudah disediakan tempat dan dapat dilaksanakan pada momen momen dihari besar .
Hadir pada Musyawarah Penyeragaman kelanjutan pembangunan Panggung Kesenian Desa Maleku;
Kepala Desa Maleku,Ketua BPD Maleku, Pamong Budaya, TAPM Kabupaten, Babinsa,Tokoh Masyarakat,Tokoh Adat serta Pemuka Agama.
Liputan :lrp














