banner 720x90

UPT SMP Negeri 1 Tomoni Bangun Budaya Positif melalui Segitiga Restitusi

Luwu Timur, Luwurayapos.com – UPT SMP Negeri 1 Tomoni terus memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah melalui pendekatan Segitiga Restitusi. Pendekatan ini menjadi upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, disiplin, dan berpihak pada murid.

Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Harman, S.Pd., Gr., M.Pd., dengan memberikan pemahaman kepada warga sekolah mengenai pentingnya penyelesaian permasalahan murid melalui pendekatan yang membangun kesadaran dan karakter.

Segitiga Restitusi tidak hanya berorientasi pada pemberian sanksi ketika terjadi pelanggaran. Pendekatan ini mendorong murid untuk memahami kesalahan, memperbaiki hubungan, serta bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Tomoni, Rustan, mengatakan, penerapan budaya positif merupakan bagian penting dalam membangun karakter peserta didik.

“Kami ingin membangun budaya sekolah yang tidak hanya menekankan kedisiplinan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab pada diri murid. Ketika terjadi kesalahan, murid perlu diberikan ruang untuk memahami, memperbaiki, dan belajar dari kesalahan tersebut,” ujar Rustan.

Menurutnya, pendekatan Segitiga Restitusi dapat membantu guru membangun komunikasi yang lebih positif dengan murid sehingga proses pembinaan tidak membuat murid merasa terhakimi.

“Harapan kami, melalui pendekatan ini hubungan antara guru dan murid semakin baik, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung murid untuk berkembang sesuai potensi yang dimilikinya,” tambahnya.

Sementara itu, fasilitator Harman, S.Pd., Gr., M.Pd. menekankan pentingnya membangun budaya positif melalui proses yang mampu menumbuhkan kesadaran, memulihkan hubungan, dan membangun karakter positif.

Melalui penerapan Segitiga Restitusi secara konsisten, UPT SMP Negeri 1 Tomoni berkomitmen menghadirkan budaya sekolah yang mengedepankan disiplin positif, tanggung jawab, serta pembelajaran yang berpihak pada murid.

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page