banner 720x90

Wakapolres Luwu Timur Tekankan Kolaborasi dan Komunikasi dalam Pembukaan Operasional Tambang PT Tizar Tirzia Trizardi

Luwu Timur, Luwurayapos.com – Wakapolres Luwu Timur, Kompol Hajriadi, S.Kep., Ns., S.H., M.H., menegaskan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan investasi pertambangan yang aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi daerah.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan sosialisasi pembukaan operasional pertambangan PT Tizar Tirzia Trizardi yang berlangsung di Kantor Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, manajemen PT Tizar Tirzia Trizardi, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat dari empat desa yang berada dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP), yakni Desa Ussu, Desa Atue, Desa Puncak Indah, dan Desa Kawata.

Dalam sambutannya, Kompol Hajriadi menyampaikan bahwa investasi pertambangan memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, baik melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, maupun kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Luwu Timur.

Namun, ia menekankan bahwa setiap aktivitas pertambangan harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku, mengutamakan keselamatan kerja, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperhatikan keberadaan dan kepentingan masyarakat sekitar.

“Keberhasilan suatu investasi tidak hanya ditentukan oleh operasional perusahaan, tetapi juga oleh terbangunnya komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Karena itu, keterbukaan, transparansi, dan kolaborasi menjadi hal yang sangat penting,” ujar Kompol Hajriadi.

Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar kegiatan investasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi daerah.
Menurutnya, setiap persoalan yang muncul hendaknya diselesaikan melalui jalur komunikasi, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Kami berharap apabila ada perbedaan pandangan atau persoalan di lapangan, dapat diselesaikan secara bijak melalui dialog, bukan dengan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban,” katanya.

Kepada pihak perusahaan, Wakapolres juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, mengoptimalkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR), serta memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.

Sementara kepada masyarakat di wilayah terdampak operasional tambang, ia berpesan agar tetap kritis namun tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Penyampaian aspirasi, kata dia, hendaknya dilakukan melalui cara-cara yang konstruktif.

“Polri akan terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kami berkomitmen menjaga keamanan melalui langkah preventif, pendekatan humanis, serta penegakan hukum yang profesional,” tegasnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan tercipta kesamaan pemahaman antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sehingga operasional PT Tizar Tirzia Trizardi dapat berjalan aman, tertib, serta mampu memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Luwu Timur.

Alimin/LRP

You cannot copy content of this page