Luwu Timur, Luwurayapos.com – Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) DPD PKS Luwu Timur menggelar Talkshow Pendidikan Politik dan Kewirausahaan bertema “Sisterhood in Business: Ibu Saling Dukung, Bukan Saling Saing”, di Hotel Duta Inn Sorowako, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga, pelaku UMKM, komunitas perempuan, kader, serta masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas perempuan sekaligus mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui kewirausahaan.
Ketua DPD PKS Luwu Timur, Swandi, ST, MM, dalam sambutannya mengatakan pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi salah satu perhatian BIPEKA melalui program Pos Ekonomi Keluarga (Pos EKA) di bawah naungan Rumah Keluarga Indonesia (RKI).
Menurutnya, program tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pelatihan keterampilan, pengembangan UMKM, edukasi keuangan keluarga, hingga penguatan jejaring pemasaran.
Swandi menekankan bahwa keberhasilan dalam berwirausaha tidak semata-mata ditentukan besarnya modal. Keberanian memulai, kreativitas, konsistensi, dan kemampuan menghadapi tantangan menjadi bagian penting dalam membangun usaha.
“Menjadi pengusaha bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga belajar tentang keberanian, kreativitas, ketekunan, dan kemampuan bangkit saat menghadapi tantangan,” ujar Swandi.
Sementara itu, Ketua Bidang Kaderisasi DPD PKS Luwu Timur sekaligus Anggota DPRD Luwu Timur, Hj. Prima Eyza Purnama, SH, yang menjadi keynote speaker, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan agar dapat menjalankan perannya secara optimal dalam keluarga maupun masyarakat.
Ia mendorong peserta mengubah pola pikir dari sekadar “membantu” menjadi mampu menciptakan nilai bagi keluarga melalui aktivitas produktif dan kewirausahaan.
Prima Eyza juga menyoroti pentingnya pendidikan sepanjang hayat bagi perempuan, khususnya dalam literasi digital, literasi keuangan, pemasaran, komunikasi, kepemimpinan, serta pengembangan bisnis.
Menurutnya, kemampuan berwirausaha tidak cukup hanya dengan mampu menghasilkan produk. Pelaku usaha juga harus memahami cara memasarkan produk, mengelola keuangan, menghitung keuntungan, membangun merek, dan memperluas pasar.
Mengangkat potensi lokal Luwu Timur, ia mengajak perempuan melihat peluang usaha dari berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perdagangan, jasa, kawasan industri dan pertambangan, hingga ekonomi digital.
“Produk yang kita miliki harus mulai diarahkan pada peningkatan nilai tambah, baik melalui pengolahan, kemasan, maupun branding yang lebih kuat,” jelasnya.
Selaras dengan tema kegiatan, Prima Eyza juga mengajak pelaku usaha perempuan membangun budaya kolaborasi. Menurutnya, perempuan tidak harus saling bersaing untuk berkembang, tetapi dapat saling mendukung melalui jejaring usaha.
Kolaborasi tersebut dapat dilakukan mulai dari produksi, pengemasan, pemasaran hingga distribusi sehingga terbentuk rantai usaha yang saling menguatkan.
Selain talkshow, kegiatan juga dirangkaikan dengan kompetisi proposal usaha. Dari 26 proposal yang terdaftar, panitia memilih 10 proposal terbaik untuk dipresentasikan di hadapan dewan juri.
Tiga proposal terbaik kemudian memperoleh bantuan modal usaha serta kesempatan menjadi mitra program Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dan Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PPEK) DPD PKS Luwu Timur.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Hasil evaluasi peserta menunjukkan bahwa mayoritas menilai materi yang diberikan bermanfaat, meningkatkan motivasi untuk memulai maupun mengembangkan usaha, serta membuka peluang relasi dan kolaborasi baru.
Peserta juga berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan melalui pendampingan UMKM, pelatihan digital marketing, serta workshop pengembangan usaha yang lebih mendalam.
Melalui kegiatan tersebut, BIPEKA DPD PKS Luwu Timur berharap semakin banyak perempuan yang tumbuh menjadi pribadi tangguh, mandiri, dan produktif serta mampu berkontribusi dalam memperkuat ekonomi keluarga.
Semangat “Sisterhood in Business – Ibu Saling Dukung, Bukan Saling Saing” diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi berkembang menjadi gerakan nyata perempuan Luwu Timur untuk tumbuh bersama, berkolaborasi, dan saling menguatkan dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Herman/LRP













