banner 720x90

‎Pemkab Luwu Timur Gelar FGD Penilaian IKD, Perkuat Upaya Pengurangan Risiko Bencana

‎‎Luwu Timur, Luwurayapos.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) di aula Sasana Praja, Kamis (29/10/2026). Agenda ini dihadirkan sebagai langkah konkret menekan angka Indeks Risiko Bencana tahun 2026.
‎
‎Kegiatan yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Aini Endis Anrika, Kamis (29/10/2026) ini, menghadirkan fasilitator nasional, Jasmani Ghadi, dan narasumber dari BPBD Provinsi Sulawesi Selatan H. Warham A. Yusni.
‎
‎Aini Endis Anrika saat mewakili Bupati membuka acara menyampaikan, penilaian IKD merupakan salah satu komponen penting dalam penyusunan Indeks Risiko Bencana (IRB) dan pengukuran kapasitas daerah dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
‎
‎Ia menggaris bawahi bahwa IRB Kabupaten Luwu Timur menunjukkan tren penurunan, dari 152,28 (Risiko Tinggi) pada 2023, menjadi 133,38 (Risiko Sedang) pada 2024, dan 117,32 (Risiko Sedang) pada 2025.
‎
‎“Capaian ini menunjukkan penurunan tingkat risiko bencana yang perlu dipertahankan melalui peningkatan IKD, penguatan komitmen bersama, serta sinergi lintas sektor secara berkelanjutan,” terang Aini Endis.
‎
‎Menurutnya, melalui penilaian IKD ini, diharapkan dapat mengetahui kapasitas daerah sendiri dan mampu menentukan upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam rangka menurunkan IRB.
‎
‎Pada kesempatan yang sama, Sekretaris BPBD Luwu Timur, Andrie Firdaus, menegaskan bahwa FGD ini sangat krusial mengingat Luwu Timur tergolong wilayah rawan bencana, baik potensi ancaman geologi maupun hidrometeorologi.
‎
‎“Pelaksanaan FGD terkait IKD ini bertujuan untuk mewujudkan koordinasi dan verifikasi data yang tepat, menjaring masukan lintas pihak, serta menyamakan persepsi terkait IKD di seluruh tingkatan,” jelas Andrie.
‎
‎Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD, Realisasi IKD Luwu Timur Tahun 2025 sesuai dengan target yang telah direncanakan sebesar 0,66. Angka ini menunjukkan bahwa Luwu Timur masih berada pada level sedang.
‎
‎Setelah pembukaan, jalannya acara berlanjut dengan penyampaian materi oleh fasilitator. Turut hadir pula Kabag Ops Polres Lutim, Kompol H. Andi Yusuf, Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Aswan Azis, Kepala BPBD, dr. April, serta perwakilan OPD Lutim, lembaga vertikal maupun BUMN. (Fir/ikp-humas/kominfo-sp/LRP)

You cannot copy content of this page