banner 720x90

80 Tahun Indonesia: Merdeka atau Masih Menderita?

Luwurayapos.com, Makassar 10/08/2025 – Tepat pada 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia bergema di seluruh bumi pertiwi. Perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan tidak lepas dari pengorbanan para pahlawan yang rela meneteskan darah demi mempertahankan tanah air. Sejak hari bersejarah itu, Indonesia resmi berdiri sebagai sebuah negara merdeka.

Namun, 17 Agustus 2025 ini, genap 80 tahun Indonesia berdiri. Waktu yang panjang bagi perjalanan sebuah negara, tetapi pertanyaan besar muncul: apakah kita sudah benar-benar merdeka?
Kemiskinan, ketimpangan pendidikan, keterbatasan layanan kesehatan, dan berbagai persoalan sosial lainnya masih menjadi kenyataan pahit yang dihadapi rakyat. Sebab, hakikat kemerdekaan sejati adalah terbebas dari penderitaan.

Pemerintah memiliki tugas besar untuk melihat kondisi bangsa secara menyeluruh. Jangan sampai kemerdekaan hanya dinikmati segelintir orang, sementara mayoritas rakyat masih terpinggirkan. Apakah para elit politik yang duduk di kursi kekuasaan lebih sibuk mempertahankan jabatan dan memikirkan kenyamanan keluarga mereka, sementara rakyat berjuang keras hanya untuk bertahan hidup?

Apa gunanya pemerintahan jika pendidikan berkualitas belum bisa diakses seluruh rakyat? Apa artinya negara jika jaminan kesehatan hanya dinikmati kalangan tertentu? Apakah ini bisa disebut merdeka?
Penegakan hukum pun sering dipertanyakan: berpihak kepada siapa? Korupsi tetap menjadi musuh negara, namun hukum sering kali tak mampu menegakkan keadilan.

Lingkungan hidup, yang seharusnya menjadi penopang kehidupan rakyat, kini terancam oleh kepulan asap, suara pengeboran, dan eksploitasi alam.
Apakah kita akan terus menunggu hingga merdeka secara total, atau hanya berdiam diri menatap ketimpangan yang kian nyata?

Kini saatnya rakyat bersuara dan bergerak. Bukan diam yang dipaksakan, tetapi perubahan yang diperjuangkan. Saatnya melawan penindasan, merobohkan tirani kekuasaan, dan meraih kemerdekaan sejati bagi seluruh rakyat Indonesia.

(Andika-LRP)

You cannot copy content of this page