banner 720x90

PT VALE, BELUM MENGELUARKAN PERNYATAAN RESMI,JENIS CAIRAN DAN KANDUNGAN APA YANG TUMPAH DIBENDUNG SUNGAI MOLINDOE

Luwurayapos.com- Luwu Timur,28/8/2025
Hari ke-5 sejak kebocoran pipa minyak PT Vale di aliran sungai kaki gunung Molindoe Desa Lioka Kecamatan Towuti Kab Luwu Timur (23/8/2025), hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang di keluarkan PT Vale terkait cairan yang tumpah, apakah minyak atau limbah cair industri Nikel (B3).

Masyarakat dan aktivis lingkungan menuntut kejelasan informasi dari PT Vale untuk mengetahui dampak lingkungan yang sebenarnya dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi masalah ini.

Masyarakat Desa Lioka dan sekitarnya merasa resah karena ketiadaan informasi yang jelas dari PT Vale. Mereka khawatir bahwa cairan yang tumpah dapat mencemari sumber air dan merusak ekosistem lokal, yang dapat berdampak pada kesehatan dan mata pencaharian mereka.

Pihak berwenang dan lembaga pemerhati lingkungan hidup diharapkan untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kebocoran pipa minyak dan menentukan langkah-langkah perbaikan yang tepat.

sejumlah aktivis lingkungan yang melihat kondisi pasca insiden tumpahan cairan kental berwarna hitam pekat dan bau menyengat prihatin atas musibah ini,dan Apresiasi langkah cepat untuk mitigasi dari PT Vale penanganan tumpahan ini yang sudah mengalir masuk ke Irigasi persawahan dan beberapa Sungai

Menurutnya pada Luwurayapos.com, Rabu(27/8/2025)” Pipa yang bocor di PT Vale Indonesia apakah bahan bakar minyak mengandung HSFO, atau limbah minyak nikel yang bocor dekat Bendung Irigasi Molindoe Kecamatan Towuti,pada Sabtu pagi (23/8/2025).

Limbah minyak berwarna hitam pekat yang mengalir ke saluran irigasi sawah dan merendam lahan persawahan warga, menyebabkan potensi gagal panen, ungkapnya

Kebocoran pipa minyak, atau Jenis Pipa limbah minyak dari pengolahan tambang nikel milik PT Vale lokasi Desa lioka
dan mengalir ke beberapa Sungai yang disinyalir akan merembes ke Danau Towuti Desa Timampu .

Apapun jenis cairan yang tumpah dan berapa banyak (kl), seharusnya PT Vale Indonesia sudah rilis atau mengumumkan secara terbuka jenis cairan dan kandungan yang berbahaya terhadap Makhluk hidup, hingga pencemaran lingkungan, sungai, flora dan fauna endemik.

Tim DLH Luwu Timur yang dikonfirmasi luwurayapos.com,Rabu (27/8/2025) ” Yang tumpah MFO (marine Fuel oil), kata Absar (DLH) dan investigasi masih berjalan, pengambilan sampel sudah dilakukan tapi butuh waktu analisa laboratorium
Sementara demikian karena proses masih berjalan” jelasnya

PT Vale Indonesia, Vanda.K yang ditunjuk untuk komunikasi kemedia, menyampaikan lewat pesan WhatsApp,Rabu (27/8/2025)
Vanda “setelah analisa keluar akan kami informasikan ke Masyarakat”

Pernyataan resmi yang belum dikeluarkan oleh PT.Vale Indones kepada publik secara transparan mengenai peristiwa Tumpahan Cairan yang hitam pekat dan berbau menyengat hingga di hari ke lima menjadi perdebatan kontroversial di Masyarakat apakah pihak perusahaan PT Vale, berspekulasi untuk cari aman atas kelalaian yang membawa petaka terhadap Lingkungan dan dampak kerugian besar terhadap Masyarakat Luwu Timur terkhusus Desa yang terdampak sehingga sumber hidupnya hilang dan Trauma yang berkepanjangan.

Liputan LRP

You cannot copy content of this page