banner 720x90

Komisi II DPRD Luwu Timur Soroti Antrean SPBU, Minta Penanganan Tuntas Sebelum Sekolah Dimulai

Luwu Timur , Luwurayapos.com – Anggota Komisi II DPRD Luwu Timur, Sarkawi Hamid, menyoroti antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Luwu Timur dan meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar persoalan tersebut dapat dituntaskan sebelum dimulainya tahun ajaran baru.

Menurut Sarkawi, antrean panjang BBM tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat mobilitas orang tua yang mengantar anak ke sekolah, para pelajar, hingga masyarakat yang berangkat bekerja setiap hari.

“Kami berharap sebelum tahun ajaran baru dimulai, antrean panjang di SPBU sudah tidak lagi terjadi. Jangan sampai masyarakat, khususnya orang tua yang mengantar anak ke sekolah maupun warga yang akan berangkat bekerja, masih harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre BBM,” tegas Sarkawi Hamid Kepada Tim Liputan Luwurayapos 6/7/2026

Ia juga menyoroti tingginya harga Pertalite di tingkat pengecer yang mencapai sekitar Rp15.000 hingga Rp17.000 per botol. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu dampak yang perlu segera ditangani melalui pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi BBM subsidi.

Sarkawi meminta pihak pengelola SPBU membatasi pembelian Pertalite oleh pengecer maupun kendaraan yang melakukan pembelian berulang agar penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran. Selain itu, ia mendesak dinas terkait bersama instansi pengawas untuk terus melakukan pemantauan dan inspeksi rutin di seluruh SPBU di Kabupaten Luwu Timur.

“Pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan. Jika ditemukan adanya pelanggaran atau penyalahgunaan BBM subsidi, maka harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Selain pengawasan, Sarkawi juga berharap pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengupayakan penambahan kuota Pertalite bagi Kabupaten Luwu Timur.

Menurutnya, kelangkaan yang terjadi saat ini perlu dievaluasi, termasuk kemungkinan meningkatnya konsumsi Pertalite akibat sebagian pengguna Pertamax beralih menggunakan Pertalite.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, pengelola SPBU, dan seluruh instansi terkait dapat segera menghadirkan solusi sehingga antrean panjang di SPBU dapat teratasi, distribusi BBM subsidi berjalan lebih tertib, dan masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih baik.

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page