banner 720x90

LPG 3 Kg Tetap Jadi Primadona, Pangkalan di Tomoni Ramai Diserbu Pembeli

Luwu Timur, Luwurayapos.com – Meski pasokan LPG 3 kilogram terus masuk setiap hari ke wilayah Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, tabung gas bersubsidi tersebut tetap menjadi kebutuhan yang paling dicari masyarakat.

Berdasarkan hasil pantauan Tim Liputan Luwurayapos di sejumlah pangkalan, 1/6/2026 distribusi LPG 3 kg berjalan normal dan stok rutin masuk. Namun tingginya kebutuhan masyarakat membuat tabung gas subsidi tersebut cepat terserap.

Di lapangan, ditemukan sejumlah pengecer yang datang membeli LPG 3 kg di pangkalan dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Beberapa di antaranya mengaku kembali menjual kepada konsumen dengan harga sekitar Rp25 ribu per tabung.

Selain itu, banyak warga yang mendatangi lebih dari satu pangkalan untuk mencari tabung gas. Tidak sedikit masyarakat yang setelah memperoleh informasi adanya stok di pangkalan lain langsung menuju lokasi tersebut demi memastikan kebutuhan rumah tangga mereka terpenuhi.

Salah seorang warga Tomoni mengaku sengaja menyimpan dua tabung LPG 3 kg di rumah karena khawatir kehabisan saat dibutuhkan untuk memasak.

“Kadang kalau gas habis malam hari susah cari penggantinya. Makanya kalau ada kesempatan kami isi satu lagi untuk cadangan,” ujar seorang ibu rumah tangga yang ditemui di salah satu pangkalan.

Hal senada disampaikan warga lainnya yang menilai pasokan sebenarnya masih ada, namun tingginya minat masyarakat membuat tabung LPG 3 kg selalu cepat habis di pangkalan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktovianus, menegaskan bahwa pasokan LPG 3 kg untuk wilayah Luwu Timur dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan.

Menurut Senfry, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap pangkalan agar menyalurkan LPG subsidi sesuai ketentuan dan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Kami juga akan menindak pangkalan yang terbukti tidak menyalurkan LPG 3 kg kepada masyarakat sesuai aturan yang berlaku,” tegas Senfry.

Ia berharap seluruh pihak dapat bekerja sama mengawasi distribusi LPG 3 kg sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan akibat pembelian berlebihan maupun penyaluran yang tidak tepat sasaran.

Kondisi ini menunjukkan bahwa LPG 3 kg masih menjadi kebutuhan pokok yang sangat diminati masyarakat. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk membeli sesuai kebutuhan agar distribusi LPG subsidi dapat lebih merata dan dinikmati oleh seluruh masyarakat yang berhak menerimanya.

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page