banner 720x90

MUHIDIN (SUAMI ) HERLINA, BERHARAP POLEMIK TENTANG PERAWATAN ISTRINYA DI RS LAGALIGO DI HENTIKAN

Luwurayapos.com, 03 September 2025
Rumah Sakit I Lagaligo Wotu Luwu Timur Lakukan penanganan lanjut lebih spesifik dari hasil diagnosa (abortus iminance) pasien Herlina (30 THN) dari Desa Tampinna Kec.Angkona, Rabu (3/9/2025)

Herlina (30) Istri Muhidin di beritakan sebelumnya, Selasa (2/9/2025) “RSUD I LAGALIGO PULANGKAN PASIEN, RUPANYA JANIN DALAM KANDUNGAN SUDAH MEMBUSUK”

Menanggapi pemberitaan tersebut, pihak RSUD Laagaligo secara resmi mengklarifikasi lewat rilisnya ke Media (Selasa 2/9/2025)
Direktur RSUD I Laagaligo ,dr.Irfan mengatakan, “……… KAMI SANGAT MENYAYANGKAN BERITA TERSEBUT TANPA ADA KONFIRMASI DARI RUMAH SAKIT. PERLU KAMI SAMPAIKAN BAHWA PASIEN YANG DIMAKSUD MEMANG DIRAWAT di RUMAH SAKIT I LAGALIGO PADA TANGGAL 22 – 29 Agustus 2025.
PASIEN MASUK PADA TGL 22 Agustus DENGAN KELUHAN NYERI PERUT. PASIEN DIPERIKSA OLEH DOKTER SPESIALIS KANDUNGAN DENGAN DIAGNOSA ABORTUS IMINENS (ancaman keguguran).
BERDASARKAN PEMERIKSAAN DOKTER BAHWA JANIN PASIEN MASIH BISA DIPERTAHANKAN DAN DILAKUKAN PENANGANAN PEMBERIAN OBAT.
PEMERIKSAAN USG TERSEBUT TIDAK ADA KONDISI PEMBUSUKAN SEPERTI YANG DITULIS OLEH MEDIA SAAT PASIEN DI PULANGKAN………” (Plt.Direktur RS Lagaligo; dr.Irfan).

Spesialisasi kandungan (dr. Septian Sima, Sp.OG) bersama tim medis segera lakukan tindakan penanganan operasi kuret, Rabu (3/9/2025) bukan operasi caesar (kelahiran sesar) yang kemungkinan berujung pada angkat rahim atau tutup kandungan.

Curetage (kuret ) spesifiknya operasi kecil prosedur medis yang bertujuan untuk mengangkat jaringan dari dalam rahim. Prosedur ini sering dilakukan setelah keguguran, sebagai penanganan pendarahan hebat, atau untuk diagnosis kondisi rahim lainnya, kata Tim medis yang menangani pasien Herlina, Ibu dari 2 anak ini.

Tim medis menjelaskan prosedur dan risiko kuret kepada pasien dan keluarga.
Pasien diberikan anestesi yang sesuai untuk mengurangi rasa sakit.
Tindakan kuret dilakukan terhadap Herlina dengan hati-hati dan teliti oleh tim medis.
Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

Keterangan dari dr. Septian Sima, Sp.OG (Herlina) di lakukan tindakan curetage / kuret pada hari ini Rabu tgl 3 September 2025, Kondisi pasien saat ini baik saja dan kalau tidak ada sesuatu dengan kondisi pasien dalam 2-3 hari kedepan pasien bisa pulang”

Sementara Plt Direktur RSUD I Lagaligo, dr.Irfan
Mengatakan “RSUD I Lagaligo, dan suami pasien (Herlina ) yang dirawat rumah sakit, berharap polemik tentang perawatan Ibu Herlina tidak lagi dibesar-besarkan.

“Kami bersama Dokter Penanggung jawab pasien sedang fokus untuk memberikan pelayanan kepada pasien. Semoga kondisi pasien cepat membaik dan bisa pulih,” kata dr. irfan.

“Saya juga berharap pihak rumah sakit bisa memberi pelayanan yang sebaik-baiknya kepada istri saya,” kata Muhidin, suami pasien.

“Insya Allah itu sudah menjadi komitmen kami bersama semua nakes yang ada di RS I lagaligo ini.
Kita berada dalam tujuan sama yaitu kesembuhan bagi pasien,” Jawab dr. irfan sambil bersalaman dengan pak Muhidin, suami pasien.

Penanganan yang profesional dan perhatian yang tinggi, Rumah Sakit Ilagaligo berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien.
(LRP)

You cannot copy content of this page