Luwurayapos.com, Luwu Timur – Semangat kolaborasi yang apik terlihat di Desa Lakawali, di mana mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Palopo bersinergi dengan Kepala Perpustakaan Desa, Asnuni Thosibo, S.Pd., untuk menggerakkan program “Pojok Baca Desa.” Inisiatif ini bertujuan mulia: mengaktifkan kembali denyut perpustakaan desa sekaligus meningkatkan minat membaca di kalangan siswa Sekolah Dasar (SD).

Program yang menyasar siswa kelas 1 hingga 6 ini rutin dilaksanakan setiap Rabu dan Kamis. Di bawah koordinasi Muhammad Fauzan selaku Kordes, menyampaikan pada Luwurayapos 16 Mei 2025 para mahasiswa KKN bahu-membahu dengan Asnuni Thosibo menciptakan ruang literasi yang menarik dan interaktif di perpustakaan desa.
Penataan buku yang menggugah, sesi membaca ceria, dan metode belajar yang partisipatif menjadi daya tarik utama bagi anak-anak.
Kepala Desa Lakawali, Muhammad Yamin S.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin. Beliau meyakini bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pengelola perpustakaan akan memberikan dampak yang lebih signifikan dalam memajukan literasi di desanya.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN dan Ibu Asnuni atas inisiatif yang luar biasa ini. Dengan adanya ‘Pojok Baca Desa’ yang dikelola bersama, kami optimis perpustakaan desa akan kembali menjadi pusat ilmu pengetahuan dan jendela dunia bagi anak-anak Lakawali,” tutur Muhammad Yamin.
Asnuni Thosibo, S.Pd., selaku Kepala Perpustakaan, mengungkapkan kegembiraannya atas kehadiran dan semangat para mahasiswa. Beliau berharap program ini dapat menumbuhkan kecintaan membaca sejak dini dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar.
“Kolaborasi dengan mahasiswa KKN ini memberikan energi baru bagi perpustakaan kami. Ide-ide segar dan semangat muda mereka sangat membantu dalam menarik minat anak-anak untuk datang dan membaca. Kami berharap ‘Pojok Baca Desa’ ini dapat menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan literasi di desa kita,” ujar Asnuni.

Muhammad Fauzan menambahkan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk sekadar membaca, tetapi juga untuk menumbuhkan pemahaman dan kecintaan terhadap buku. Para mahasiswa dan Ibu Asnuni bekerja sama menyajikan materi bacaan yang relevan dan menarik bagi siswa SD.
Antusiasme para siswa SD pun tak terbendung. Setiap Rabu dan Kamis, perpustakaan desa ramai dipenuhi anak-anak yang ingin membaca dan mengikuti kegiatan seru yang diselenggarakan. Kehadiran “Pojok Baca Desa” menjadi oase literasi yang dinanti-nantikan.
Sinergi antara mahasiswa KKN UM Palopo dan Kepala Perpustakaan Desa Lakawali ini menjadi contoh inspiratif tentang bagaimana kolaborasi antara generasi muda dan tokoh masyarakat dapat membawa perubahan positif yang nyata. Diharapkan, “Pojok Baca Desa” akan terus berkembang dan menginspirasi upaya-upaya peningkatan literasi di wilayah lainnya.
(Dea KKN UM Palopo/ LRP)













